Rabu, 21 Desember 2011

IMPLEMENTASI DAN IMPLIKASI STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN


Penyusunan standar sarana dan prasarana diharapkan mampu memberikan motivasi dalam mendukung dan meningkatkan pendidikan di setiap jenjang pendidikan. Namun penerapan atau implementasinya secara keseluruhan tidak mudah, meskipun standar nasional merupakan kreteria minimum tidak setiap sekolah mampu memenehuinya. Implementasinya pun dilakukan secara bertahap dan diutamakan kebutuhan yang benar-benar diperlukan dalam proses pembelajaran. Setiap sarana dan prasarana yang disiapkan mewakili kebutuhan utama dari sebuah sekolah baik dasar dan menengah dengan kreteria minimum.
Pada dasarnya dengan standar nasional pendidikan diharapkan mampu memeratakan segala kegiatan maupun sarana pendukung dalam pendidikan yang meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Namun selalu ada implikasi dari setiap penerapan sebuah kebijakan, dan tidak pula dengan standar sarana dan prasaran, karena implikasi dari penerapannya menimbulkan kendala-kendalan dan permasalahan baru yang pemecahannya tidaklah mudah karena akan berkaitan dengan standar nasional yang lain. Misalkan saja kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, Peserta didik dan kelulusannya, penilaian dan pengelolaan maupun pelaksanaan pembiayaan yang sesuai dan merata.
Implikasi berkaitan dengan akibat dari implementasi sebuah program atau kegiatan, dalam implementasi standar sarana dan prasarana tidak menutup kemungkinan terjadi sebuah implikasi dari penerapan tersebut. Bila setiap sarana dan prasaran yang di adakan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam standar, maka akibat yang mungkit terjadi seperti yang diuraikan diatas adalah munculnya kebijakan lain yang berkaitan dengan pilihan untuk memenuhi terlebih dahulu kebutuhan utama dari sebuah sekolah ataupun satuan pemdidikan. Lahan dan bagunan dari sekolah yang akan didirikan tidak selamanya mengikuti ketentuan minimum sarana prasarana tapi disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekitar sekolah tersebut. Demikian pula dengan perlengkapan setiap ruang selalu di lakukan dengan bertahap dan berkelanjutan. Apabila dilakukan dengan secara langsung yang sesuai dengan ketentuan hambatan yang paling utama adalah pemeliharaan maupun pembiayaan yang tidak mencukupi dan memadai bagi sarana dan prasarana yang disiapkan.
Selain itu ketersediaan kompetensi setiap pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai sehingga mampu mengelola dan memanfaatkan setiap sarana pendukung tidak mampu menyamai perlengkapan yang diberikan dan ini berakibat pada penelantaran perlengkapan tersebut. Pembangunan yang disesuaikan dengan ketentuan sebuah bagunan pada lahan yang tersedia akan memberikan dampak pada sempitnya ruang bermain/olahraga ataupun pembunan sarana yang lainnya seperti laboratorium, UKS maupun perpustakaan. Kendala ini biasanya ditemui dikota-kota besar yang tidak memiliki lahan yang begitu luas, atau meskipun memiliki lahan yang luas, dengan penerimaan peserta didik yang tidak sesuai dengan rasio minimum dalam setiap kelas menjadikan penambahan gedung yang lebih banyak.

Senin, 28 November 2011

Tugas Multimedia kedua ^_^

Foto 1





Hasil Sephiatone






Foto 2





Hasil Retouching



Jumat, 29 April 2011

27 Tsunami Dahsyat yang Pernah Mengguncang Dunia




Tsunami, yang bermakna "gelombang pelabuhan" dalam bahasa Jepang, terjadi akibat deformasi dasar laut yang melahirkan gelombang tinggi. Biasanya setinggi 15-30 meter, seperti pada tsunami Aceh, tapi pernah mencapai 520 meter di Alaska pada 1958. Jepang adalah tanah tsunami.

1. 426 SM: Teluk Maliakos, Yunani Timur
    Inilah pertama kalinya orang menghubungkan tsunami dengan gempa yang terjadi sebelumnya.

2. 21 Juli 365: Alexandria, Mediterania Timur
    Tsunami setinggi lebih dari 30 meter. Membunuh ribuan orang, kapal terhembalang ke daratan sejauh 3,2 kilometer.

3. 684: Hakuho, Jepang
    Tsunami pertama yang tercatat di Jepang, setelah gempa 8,4 pada skala Richter.

4. 887: Ninna Nankai, Jepang
    Tsunami melantakkan Kyoto. Pantai dan teluk Osaka rusak berat.

5. 1361: Shuhei Nankai, Jepang
    Gempa 8,4 SR dan tsunami Nankaido menewaskan 660 orang, menghancurkan 1.700 rumah.

6. 1541: Nueva Cadiz, Venezuela
    Kota Nueva Cádiz, yang berpenghuni 1.500 orang, disapu gempa dan tsunami.

7. 1605: Keich? Nankaido, Jepang
    Gempa 8,1 SR dan tsunami 30 meter menenggelamkan 5.000 orang.

8. 1700: Pulau Vancouver, Kanada
    Gempa Cascadia, yang berkekuatan 9 MW, menyebabkan tsunami besar yang merambat ke Pasifik Barat Laut hingga ke Jepang.

9. 1707: Jepang
    Gempa 8,4 SR memicu tsunami 25,7 meter yang menghantam Kochi Prefecture, menghancurkan 29 ribu rumah dan menewaskan lebih dari 50 ribu orang.

10. 1755: Lisabon, Portugal
      Tsunami setinggi 15 meter menewaskan ratusan ribu orang. Dalam empat jam, gelombang tsunami sampai ke Cornwall, Inggris, sejauh 1.600 kilometer.

11. 1771: Kepulauan Yaeyama, Okinawa, Jepang
      Tsunami setinggi 85 meter menenggelamkan belasan ribu orang.

12. 1792: Gunung Unzen, Kyushu, Jepang
      Letusan gunung api menyebabkan tanah longsor, yang menimbulkan tsunami setinggi 100 meter (megatsunami kecil).

13. 1833: Sumatera, Indonesia
      Gempa berkekuatan 8,8-9,2 SR mengakibatkan tsunami besar yang menyapu pesisir barat Sumatera.

14. 1854: Nankai, Tokai, dan Kyushu, Jepang
      Gempa Ansei terdiri atas dua gempa 8,4 SR dan satu gempa 7,4 SR dalam tiga hari, yang menghasilkan gelombang setinggi 28 meter dan menewaskan 100 ribu orang.

15. 1868: Kepulauan Hawaii
      Gempa 7,5 SR memicu longsor Gunung Mauna Loa, yang memicu tsunami setinggi 18 meter. Tsunami menyapu semua rumah dan manusia di pulau itu.

16. 1868: Arica, Cile
      Gempa 8,5 SR di palung laut Peru-Cile melahirkan tsunami yang menerjang pelabuhan Arica dan Peru, menewaskan 70 ribu orang.

17. 1883: Krakatau, Selat Sunda, Indonesia
      Muntahan magma Krakatau menyebabkan dasar laut runtuh dan menimbulkan tsunami hingga 40 meter di atas permukaan laut. Tsunami menerjang Samudra Hindia dan Pasifik hingga ke pantai barat Amerika dan Amerika Selatan.

18. 1896: Meiji Sanriku, Jepang
      Tsunami mencapai 30 meter dan menewaskan 27 ribu orang.

19. 1923: Kanto, Jepang
      Gempa besar Kanto meratakan Tokyo, Yokohama, dan sekitarnya, diikuti tsunami 12 meter.

20. 1958: Teluk Lituya, Alaska, Amerika
      Gempa menyebabkan megatsunami setinggi 520 meter.

21. 1960: Valdivia, Cile
      Gempa terbesar, 9,5 SR di lepas pantai Cile memicu tsunami paling dahsyat pada abad ke-20. Gelombang setinggi 25 meter menyebar ke Samudra Pasifik hingga pantai Sanriku, Jepang, 22 jamkemudian. Lebih dari 6.000 orang di seluruh dunia tewas.

22. 1964: Alaska, Amerika
      Gempa 9,2 SR mengguncang Alaska, British Columbia, California, dan kota pantai di barat laut Pasifik serta menimbulkan tsunami lebih dari 30 meter.

23. 2004: Pantai barat Aceh, Samudra Hindia
      Pada 26 Desember, gempa 9,1 SR menimbulkan tsunami besar yang menewaskan 166 ribu di Aceh dan 320 ribu orang dari delapan negara yang dilewati gelombang itu hingga ke Thailand, pantai timur India, Sri Lanka, bahkan pantai timur Afrika di Somalia, Kenya, dan Tanzania.

24. 2005: Nias, Indonesia
      Gempa 8,7 SR di lepas pantai Nias menewaskan 1.300 orang.

25. 2006: Pangandaran, Indonesia
     Gempa 7,7 SR mengguncang dasar Samudra Hindia, 200 km selatan Pangandaran, memicu gelombang tinggi hingga 6 meter di Pantai Cimerak. Sekitar 800 orang dilaporkan hilang.

26. 2007: Kepulauan Solomon
     Gempa 8,1 SR dekat Kepulauan Solomon menimbulkan tsunami setinggi 5 meter, yang menyebar hingga ke Jepang, Selandia Baru, dan Hawaii.

27. 2011: Sendai, Jepang
      Gempa kekuatan 8,9 SR di pesisir timur Honshu, Jepang, memicu tsunami setinggi 10 meter dan menyebar ke Samudra Pasifik. 


Sumber : www.tempointeraktif.com dari berbagai sumber